Senin, 01 Mei 2017


Konsonan
Pada bagian ini, saya akan membahas masing-masing konsonan dengan format seperti berikut.
1.     [Tulisan konsonan dalam Hangul] -> [Tulisan konsonan yang diromanisasi] ([Nama konsonan])
[Penjelasan pengucapan dan pengecualian konsonan]
Tulisan konsonan yang diromanisasi bagi setiap orang mungkin berbeda, namun saya akan menjelaskan romanisasi yang saya gunakan. Lalu, setiap konsonan bahasa Korea memang memiliki nama masing-masing, sedangkan vokal tidak. Berikut adalah daftar konsonan dalam bahasa Korea.
1.      -> g (기역 -> giyeok)
Bunyi
  sebetulnya tidak sama persis dengan huruf g yang biasa kita ucapkan dalam alfabet. Bunyi  berada di tengah-tengah antara bunyi huruf g dan huruf k. Jadi,  tidak diucapkan sejelas huruf g, tetapi diucapkan lebih kuat dibandingkan huruf k. Lalu, walaupun  diromanisasi menjadi g, tetapi jika diletakkan di akhir huruf (seperti pada 기역) penulisannya menjadi huruf k.
2.      -> n (니은 -> nieun)
Bunyi 
 sama seperti huruf n pada alfabet.
3.      -> d (디귿 -> digeut)
Bunyi 
 sebetulnya tidak sama persis dengan huruf d yang biasa kita ucapkan dalam alfabet. Bunyi  berada di tengah-tengah antara bunyi huruf d dan huruf t. Jadi,  tidak diucapkan sejelas huruf d, tetapi diucapkan lebih kuat dibandingkan huruf t. Lalu, walaupun  diromanisasi menjadi d, tetapi jika diletakkan di akhir huruf (seperti 귿 pada 디귿) penulisannya menjadi huruf t.
4.      -> r (리을 -> rieul)
Bunyi 
 sama seperti huruf r pada alfabet. Namun jika  diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 리을), maka bunyinya menjadi bunyi huruf l (el) dan romanisasinya juga menjadi huruf (el)Lalu, jika dua buah  muncul bersebelahan dalam sebuah kata, misalnya 몰라 -> molla,  pada  tidak dibunyikan dan dituliskan sebagai huruf r, melainkan sebagai huruf (el).
5.      -> m (미음 -> mieum)
Bunyi 
 sama seperti huruf m pada alfabet.
6.      -> b (비읍 -> bieup)
Bunyi
  sebetulnya tidak sama persis dengan huruf b yang biasa kita ucapkan dalam alfabet. Bunyi  berada di tengah-tengah antara bunyi huruf b dan huruf p. Jadi,  tidak diucapkan sejelas huruf b, tetapi diucapkan lebih kuat dibandingkan huruf p. Lalu, walaupun  diromanisasi menjadi b, tetapi jika diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 비읍) penulisannya menjadi huruf p.
7.      -> s (시옷 -> siot)
Bunyi 
 sama dengan bunyi huruf s pada alfabet. Namun, jika  diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 시옷), maka bunyinya menjadi bunyi huruf t dan romanisasinya juga menjadi huruf t.
8.      -> -/ng (이응 -> ieung)
 adalah konsonan tanpa bunyi. Konsonan ini digunakan untuk mengucapkan bunyi dasar vokal tanpa tambahan bunyi konsonan apapun. Namun jika  diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 이응), maka bunyinya menjadi bunyi huruf ng dan romanisasinya juga menjadi huruf ng.
9.      -> j (지읒 -> jieut)
Bunyi 
 sama dengan bunyi huruf j pada alfabet. Namun, jika  diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 지읒), maka bunyinya menjadi bunyi huruf t dan romanisasinya juga menjadi huruf t.
10.  -> ch (치읓 -> chieut)
Bunyi
  adalah seperti bunyi huruf pada alfabet, tetapi diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulut sehingga penulisannya menjadi ch. Namun, jika  diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 치읓), maka bunyinya menjadi bunyi huruf t dan romanisasinya juga menjadi huruf t.
11.  -> k (키읔 -> kieuk)
Bunyi
  adalah seperti bunyi huruf pada alfabet, tetapi diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulutBunyinya seperti mengucapkan kh pada bahasa Indonesia, namun tetap dituliskan sebagai huruf k.
12.  -> t (티읕 -> tieut)
Bunyi 
 adalah seperti bunyi huruf pada alfabet, tetapi diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulutBunyinya seperti mengucapkan th pada bahasa Indonesia, namun tetap dituliskan sebagai huruf t.
13.  -> p (피읖 -> pieup)
Bunyi
  adalah seperti bunyi huruf pada alfabet, tetapi diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulutBunyinya seperti mengucapkan ph pada bahasa Indonesia, namun tetap dituliskan sebagai huruf p.
14.  -> h (히읗 -> hieut)
Bunyi
  adalah seperti bunyi huruf pada alfabet. Namun, jika  diletakkan di akhir huruf (seperti  pada 히읗), maka bunyinya menjadi bunyi huruf t dan romanisasinya juga menjadi huruf t.
15.  -> kk (쌍기역 -> ssanggiyeok)
Konsonan 
 berbentuk seperti dua buah huruf  yang disatukan, namun konsonan ini dianggap satu konsonan tunggal sehingga memiliki nama sendiri. Bunyi  seperti bunyi huruf k, namun berlawanan dengan  yang diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulut, bunyi  diucapkan tanpa menghembuskan nafas sama sekali. Bunyi  ini diucapkan seperti huruf yang tertahan.
16.  -> tt (쌍디귿 -> ssangdigeut)
Konsonan 
 berbentuk seperti dua buah huruf  yang disatukan, namun konsonan ini dianggap satu konsonan tunggal sehingga memiliki nama sendiri. Bunyi  seperti bunyi huruf t, namun berlawanan dengan  yang diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulut, bunyi  diucapkan tanpa menghembuskan nafas sama sekali. Bunyi  ini diucapkan seperti huruf yang tertahan.
17.  -> pp (쌍비읍 -> ssangbieup)
Konsonan 
 berbentuk seperti dua buah huruf  yang disatukan, namun konsonan ini dianggap satu konsonan tunggal sehingga memiliki nama sendiri. Bunyi  seperti bunyi huruf p, namun berlawanan dengan  yang diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulut, bunyi  diucapkan tanpa menghembuskan nafas sama sekali. Bunyi  ini diucapkan seperti huruf p yang tertahan.
18.  -> ss (쌍시옷 -> ssangsiot)
Konsonan 
 berbentuk seperti dua buah huruf  yang disatukan, namun konsonan ini dianggap satu konsonan tunggal sehingga memiliki nama sendiri. Bunyi  seperti bunyi huruf s, namun lebih dalam dan ditahan sedikit lebih lama ketika mengucapkannya.
19.  -> jj (쌍지읒 -> ssangjieut)
Konsonan 
 berbentuk seperti dua buah huruf  yang disatukan, namun konsonan ini dianggap satu konsonan tunggal sehingga memiliki nama sendiri. Bunyi  seperti bunyi huruf c, namun berlawanan dengan  yang diucapkan sambil menghembuskan angin dari mulut, bunyi  diucapkan tanpa menghembuskan nafas sama sekali. Bunyi  ini diucapkan seperti huruf yang tertahan.

Vokal
Pada bagian ini, saya akan membahas masing-masing vokal dengan format seperti berikut.
1.     [Tulisan vokal dalam Hangul] -> [Tulisan vokal yang diromanisasi]
[Penjelasan pengucapan dan pengecualian vokal]
Berikut adalah daftar vokal dalam bahasa Korea.
1.      -> a
Bunyi 
 sama seperti bunyi huruf a dalam alfabet.
2.      -> ae
Bunyi 
 mirip seperti bunyi huruf e dalam alfabet (bunyi e pada bebek atau merah), namun diucapkan dengan mulut yang dibuka lebih lebar sehingga seperti akan mengucapkan huruf a, tetapi menyuarakan huruf e.
3.      -> ya
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata ya dalam bahasa Indonesia. Walaupun dalam bahasa Indonesia ya dianggap sebagai gabungan konsonan dan vokal, dalam bahasa Korea bunyi ya ini dianggap sebagai komponen vokal. Hal ini berlaku juga untuk komponen vokal lain yang memiliki huruf y.
4.      -> yae
Bunyi 
 mirip seperti bunyi ye dalam alfabet, namun diucapkan dengan mulut yang dibuka lebih lebar sehingga seperti akan mengucapkan ya, tetapi menyuarakan bunyi ye.
5.      -> eo
Bunyi 
 mirip seperti bunyi huruf o dalam alfabet, namun diucapkan dengan mulut yang dibuka lebih lebar sehingga seperti akan mengucapkan huruf a, tetapi menyuarakan huruf o.
6.      -> e
Bunyi 
 sama seperti bunyi huruf e dalam alfabet.
7.      -> yeo
Bunyi 
 mirip seperti bunyi yo dalam alfabet, namun diucapkan dengan mulut yang dibuka lebih lebar sehingga seperti akan mengucapkan ya, tetapi menyuarakan bunyi yo.
8.      -> ye
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata ye dalam bahasa Indonesia.
9.      -> o
Bunyi 
 sama seperti bunyi huruf o dalam alfabet. Perlu diperhatikan bahwa bunyi ini dapat dibedakan dengan bunyi  karena  diucapkan dengan bibir atas dan bibir bawah yang hampir tertutup sehingga terbentuk bunyi huruf o yang lebih dalam.
10.  -> wa
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata wa dalam bahasa Indonesia. Walaupun dalam bahasa Indonesia wa dianggap sebagai gabungan konsonan dan vokal, dalam bahasa Korea bunyi wa ini dianggap sebagai komponen vokal. Hal ini berlaku juga untuk komponen vokal lain yang memiliki huruf w.
11.  -> wae
Bunyi 
 mirip seperti bunyi we dalam alfabet, namun diucapkan dengan mulut yang dibuka lebih lebar sehingga seperti akan mengucapkan wa, tetapi menyuarakan bunyi we.
12.  -> oe
Walaupun huruf 
 dituliskan sebagai oe, tetapi bunyinya sangat mirip dengan bunyi  (wae) dan sangat sulit dibedakan sehingga biasanya orang akan menyuarakan bunyi yang sama saat menyebutkan kedua huruf tersebut.
13.  -> yo
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata yo dalam alfabet. Perlu diperhatikan bahwa bunyi ini dapat dibedakan dengan bunyi  karena  diucapkan dengan bibir atas dan bibir bawah yang hampir tertutup sehingga terbentuk bunyi yo yang lebih dalam.
14.  -> u
Bunyi 
 sama seperti bunyi huruf u dalam alfabet.
15.  -> wo
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata wo dalam bahasa Indonesia.
16.  -> we
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata we dalam bahasa Indonesia.
17.  -> wi
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata wi dalam bahasa Indonesia.
18.  -> yu
Bunyi 
 sama seperti bunyi suku kata yu dalam bahasa Indonesia.
19.  -> eu
Bunyi 
 diucapkan seperti bunyi pada kata berat atau benar.
20.  -> eui
Bunyi 
 diucapkan seperti bunyi pada kata berat atau benar dilanjutkan dengan bunyi huruf i. Namun, pada beberapa kasus  ini diucapkan dengan bunyi huruf e (bunyi e pada bebek atau merah) atau bunyi huruf saja.
21.  -> i
Bunyi 
 sama seperti bunyi huruf i dalam alfabet.


Ada 9 kombinasi bentuk huruf yang mungkin pada bahasa Korea. Pada gambar tersebut, kotak berwarna biru menandakan komponen konsonan, sedangkan kotak berwarna oranye menandakan komponen vokal. Contoh untuk masing-masing kombinasi ditunjukkan di sebelah kanan gambar. Yang perlu diperhatikan di sini adalah 3 buah kombinasi di bagian sebelah kanan (kombinasi dengan dua konsonan di bagian akhir huruf). Walaupun di bagian akhir huruf terdapat dua buah konsonan, pada umumnya yang dibunyikan hanya salah satu konsonan.